Drama Seru: Aku Menjadi File Hilang Yang Masih Bisa Ia Rasakan
Aku Menjadi File Hilang Yang Masih Bisa Ia Rasakan
Langit hari ini berwarna pixelated, pecah seperti layar HP retak. Di kota ini, masa lalu dan masa depan bertabrakan, menciptakan glitch permanen dalam realita. Aku, Lin, hidup di tahun 2047, di mana cinta adalah algoritma yang gagal. Dia, Chen, terjebak di tahun 2007, era SMS alay dan lagu cinta yang diputar ulang sampai kasetnya kusut.
Anehnya, kami terhubung. Melalui artefak digital yang disebut "Echo," sisa-sisa internet purba yang berhantu. Aku bisa merasakan keberadaannya, seperti cache yang masih tertinggal di sistem. Dia bisa mendengar suaraku, sayup-sayup, seperti lagu ringtones yang lupa dimatikan.
Chen mengirimiku pesan-pesan singkat berisi puisi cinta berlebihan yang membuatku geli. "Lin, cintaku padamu sebesar RAM komputermu!" katanya suatu malam. Aku membalas dengan nada sinis, "Chen, RAM zaman sekarang sudah tera-tera, cintamu basi."
Tapi di balik sinisme itu, ada sesuatu yang bergetar. Rasa ingin tahu. Kerinduan. Mungkin, bahkan…cinta?
Kami bertemu di Echo, di taman virtual yang diciptakan dari foto-foto pudar. Dia mengenakan jaket windbreaker norak tahun 2000-an, aku memakai pakaian cyberpunk yang terlalu ketat. Perbedaan kami bagai codec yang tidak kompatibel. Tapi, matanya… matanya berbicara bahasa yang sama. Bahasa rindu.
Suatu hari, Echo mulai bergejolak. Sinyal memburuk. Percakapan kami terputus-putus. Chen panik. "Lin! Aku…aku mulai menghilang! Sepertinya…sepertinya aku hanyalah file yang korup!"
Aku mencoba menariknya, mengulurkan tangan melalui celah dimensi. Tanganku menyentuh udara hampa. Chen mulai memudar, piksel demi piksel.
"Chen! Jangan pergi! Siapa kau sebenarnya?" teriakku, putus asa.
Dia tersenyum getir. "Lin…aku…aku adalah backup dari dirimu di kehidupan yang TAK PERNAH TERJADI. Kita berdua adalah shadow dari kemungkinan yang dibuang…"
Dan kemudian, dia hilang.
Seminggu kemudian, aku menemukan file aneh di dalam sistem. Isinya: foto diriku, persis seperti yang kukenakan di Echo. Di belakangnya tertulis, dengan tinta biru pudar: "Untuk Lin-ku, yang akan selalu menjadi default setting hatiku."
Semuanya terasa… deja vu.
Mungkin, cinta kami hanyalah epos ERROR 404. Kesalahan sistem yang indah.
Dan ketika matahari, jika memang masih ada, akhirnya padam, mungkin itulah saatnya aku menyadari bahwa… KITA SEHARUSNYA TIDAK PERNAH BERTEMU.
You Might Also Like: 0895403292432 Jual Produk Skincare