Absurd tapi Seru: Senyum Yang Menghapus Dendam
Senyum yang Menghapus Dendam
Di persimpangan dua dunia, di mana kabut abadi menari antara realitas dan mimpi, hiduplah seorang gadis bernama Lin Yue. Di dunia manusia, ia dikenal sebagai Lin Yue yang lemah, yang mengakhiri hidupnya di Danau Bulan Purnama. Namun, kematian hanyalah permulaan.
Di dunia roh, ia terbangun sebagai Bai Lian, seorang pejuang yang dipuja dan ditakuti. Ia memiliki kekuatan untuk memanipulasi qi dan mengendalikan bayangan. Tetapi hatinya penuh dengan dendam, bayangan kelam dari kehidupan sebelumnya.
Dunia roh adalah tempat yang aneh dan indah. Lentera-lentera bercahaya menari di permukaan sungai roh, menerangi jalan setapak yang berkelok-kelok menuju Kuil Jiwa. Bayangan-bayangan berbisik di sudut-sudut gelap, menceritakan kisah-kisah yang terlupakan. Dan Bulan, oh, BULAN yang agung itu MENGINGAT setiap nama, setiap janji, setiap pengkhianatan.
Bai Lian dilatih oleh Master Qing, seorang bijak tua yang matanya menyimpan lautan kebijaksanaan. Ia belajar mengendalikan kekuatannya, tetapi dendamnya tetap membara seperti api yang tak pernah padam. "Dendam adalah racun, Bai Lian," kata Master Qing suatu hari, suaranya serak namun penuh wibawa. "Ia akan menghancurkanmu dari dalam."
Bai Lian tidak mendengarkan. Ia ingin membalas kematiannya di dunia manusia. Ia percaya bahwa kematiannya adalah hasil dari pengkhianatan kekasihnya, Wen Hao, seorang pangeran tampan namun licik.
Setiap malam, Bai Lian mengunjungi Gerbang Mimpi, pintu gerbang yang menghubungkan dunia manusia dan dunia roh. Di sana, ia mengawasi Wen Hao, menyaksikan hidupnya yang terus berlanjut tanpa penyesalan. Dendamnya semakin membara.
Namun, suatu malam, ia melihat sesuatu yang mengubah segalanya. Ia melihat Wen Hao menangis di depan makamnya di Danau Bulan Purnama. Ia mendengar Wen Hao berbisik, "Maafkan aku, Yue'er. Aku tidak punya pilihan."
Bai Lian terkejut. Ia mulai menggali lebih dalam, menyelidiki kematiannya dengan bantuan bayangan-bayangan yang berbisik. Ia menemukan rahasia yang tersembunyi dalam kegelapan: Wen Hao dijebak. Ia terpaksa meninggalkannya untuk melindungi kerajaan mereka.
Orang yang sesungguhnya bertanggung jawab atas kematian Lin Yue adalah ZHANG WEI, seorang perdana menteri yang haus kekuasaan. Ia ingin mengendalikan kerajaan dan melihat Lin Yue sebagai ancaman.
Kebenaran menghantam Bai Lian seperti gelombang pasang. Dendamnya mulai memudar, digantikan oleh rasa sakit dan penyesalan. Ia menyadari bahwa ia telah dibutakan oleh amarahnya.
Ia kembali ke dunia manusia, bukan untuk membalas dendam, tetapi untuk memaafkan. Ia menemui Wen Hao dan mengungkapkan kebenaran. Wen Hao sangat lega dan berterima kasih.
Namun, Zhang Wei tidak akan menyerah begitu saja. Ia memanggil kekuatan gelap dan menyerang mereka. Bai Lian dan Wen Hao bertempur bersama, bahu membahu, melawan kekuatan jahat.
Pada akhirnya, Bai Lian mengalahkan Zhang Wei dengan kekuatannya, namun ia tidak membunuhnya. Ia memilih untuk memaafkannya. "Dendam tidak akan pernah membawa kedamaian," katanya. "Hanya CINTA yang bisa."
Dengan senyum yang tulus, Bai Lian kembali ke dunia roh, meninggalkan Wen Hao dengan janji untuk bertemu lagi suatu hari nanti. Misteri besar telah terpecahkan: Wen Hao mencintainya dengan tulus, dan Zhang Wei adalah dalang manipulasi takdir.
Kisah Bai Lian membuktikan bahwa kematian hanyalah babak baru, dan senyum dapat menghapus dendam. Namun, satu pertanyaan tetap menggantung di udara, menari seperti mantra yang belum selesai: Apakah cinta sejati benar-benar cukup untuk menaklukkan takdir yang telah ditentukan?
You Might Also Like: Distributor Skincare Peluang Usaha Ibu