## Bisikan yang Membunuh di Tengah Malam Langit Jakarta, lebih kelabu dari status WA terakhirmu. Sinyal timbul tenggelam, persis perasaanku padamu. Aku, Anya, hidup di 2023 yang penuh *filter* dan fake love. Kau, Lin, terperangkap di 2047, dunia distopia yang udaranya lebih beracun dari komentar netizen. Perjumpaan kita? Absurd, setara sinetron Indosiar. Sebuah aplikasi usang bernama "ECHOES," konon bisa menghubungkan dimensi waktu. Aku iseng. Kau putus asa. Dan *BUM!* Muncul notifikasi, bukan "Like" atau "Mention," tapi bisikan samar: "Anya… tolong…" Suaramu seperti melodi usang dari kaset lawas, berkarat tapi entah kenapa bikin nagih. Kita mulai bertukar pesan. Aku kirim gambar kopi kenangan, kau balas dengan foto langit neon yang mengerikan. Aku bercerita tentang konser *offline* yang rusuh, kau mengeluh tentang robot sensor yang menyebalkan. Cinta tumbuh. Iya, cinta! Bodoh kan? Jatuh cinta pada bayangan, pada piksel, pada suara yang terdistorsi radiasi. Aku merindukanmu, Lin. Merindukan masa depan yang belum pernah kurasakan, masa depan yang kau benci. Suatu malam, kau mengirim pesan panik: "Mereka tahu… tentang kita… **MEREKA** mendengarkan… aku…" Kemudian, hening. Chat kita berhenti di "sedang mengetik…" selamanya. Aplikasi ECHOES mendadak hilang dari *Play Store*. Duniaku kembali normal. Duniaku kembali *SEPI*. Aku mencari. Mencari jejakmu di arsip internet, di forum *conspiracy theory*, bahkan di mimpi-mimpiku yang semakin *random*. Aku menemukan foto lama seorang ilmuwan wanita bernama Lin, pencipta proyek rahasia bernama… "ECHOES." Proyek yang gagal. Proyek yang membunuhnya. Lin di masa lalu mencoba menghubungiku di masa depan, untuk memperingatkan dirinya sendiri, untuk mengubah takdir. Tapi takdir, seperti sinyal internet di Jakarta, memang sulit diprediksi. Rahasia ganjil terkuak: Cinta kita bukan hubungan dua insan, melainkan _gema_ dari satu jiwa yang terfragmentasi. Aku dan kau, Lin, adalah pecahan kaca dari cermin yang pecah, mencoba menyatukan kembali pantulan diri yang hilang. Dan sebelum semua benar-benar padam, kudengar bisikan terakhir, seperti pesan yang terkirim dari ujung jurang: … *jangan percaya pada masa lalu karena… masa depan sudah mati…*
You Might Also Like: Distributor Kosmetik Jualan Online

Share on Facebook