Baiklah, inilah kisah dracin berjudul 'Senyum yang Membuat Dunia Terdiam': **Senyum yang Membuat Dunia Terdiam** Angin berdesir pelan di antara reruntuhan istana musim panas. Dulu, tempat ini adalah saksi bisu tawa riang seorang putri. Sekarang, hanya debu dan kenangan pahit yang tersisa. Putri itu, Li Wei, kini berdiri di tengahnya, bukan lagi dengan gaun sutra dan mahkota permata, melainkan dengan jubah usang yang menutupi bekas cambuk di punggungnya. Li Wei, dulu adalah bunga terindah di seluruh kekaisaran. Keanggunannya memukau, kecerdasannya disegani. Namun, semua itu direnggut darinya oleh seorang pria: Kaisar Xuan, kekasihnya, yang juga mengkhianatinya demi tahta dan aliansi politik. Ia dituduh berkhianat, keluarganya dibantai di depan matanya, dan ia sendiri dilempar ke penjara bawah tanah yang gelap. Lima tahun berlalu. Lima tahun penuh siksaan, kelaparan, dan *KEHANCURAN*. Namun, di dalam kegelapan itu, benih baru tumbuh: benih *KETEGARAN*. Li Wei belajar. Ia belajar tentang intrik istana, tentang kekuasaan yang korup, dan yang terpenting, tentang dirinya sendiri. Luka-luka di tubuhnya adalah peta menuju kekuatan yang tak terbayangkan. Dia melarikan diri dengan bantuan seorang pengawal yang setia, satu-satunya yang percaya padanya. Bersama, mereka merencanakan balas dendam. Tapi ini bukan balas dendam biasa. Li Wei tidak menginginkan pertumpahan darah yang sia-sia. Ia menginginkan **KEADILAN**. Perjalanannya penuh bahaya. Ia menyamar menjadi seorang tabib keliling, menyembuhkan orang sakit dan mengumpulkan informasi. Kelembutannya adalah topeng yang sempurna untuk menyembunyikan ketajaman pikirannya. Setiap senyum yang ia berikan adalah langkah maju dalam rencananya yang rumit. Dia kembali ke istana, bukan sebagai seorang putri yang memohon ampun, melainkan sebagai bayangan yang menghantui mimpi-mimpi Kaisar Xuan. Ia menabur keraguan, memecah belah aliansi, dan membongkar satu per satu kebohongan yang menopang kekuasaannya. Senyumnya kini berbeda. Bukan lagi senyum kepolosan, melainkan senyum pahit yang menakutkan. Senyum seorang wanita yang telah melihat neraka dan kembali dengan tekad membara. Senyum yang membuat para menteri gemetar, para selir berbisik ketakutan, dan Kaisar Xuan kehilangan tidurnya. Puncaknya tiba pada perayaan ulang tahun kaisar. Li Wei, dengan elegan namun mematikan, mengungkapkan kebenaran di depan seluruh istana. Ia membuktikan bahwa Kaisar Xuan telah berkhianat, berbohong, dan membantai keluarganya. Tidak ada amarah dalam suaranya, hanya *KETENANGAN*. Kaisar Xuan mencoba membantah, tapi kata-katanya kosong. Kekuasaannya runtuh seperti kartu domino. Para jenderal yang dulu setia berbalik melawannya. Aliansi politik yang ia banggakan hancur berkeping-keping. Li Wei tidak mengangkat pedang. Ia hanya menyaksikan kehancuran Kaisar Xuan dengan senyum yang perlahan tapi pasti membuat dunia terdiam. Kaisar itu dijatuhi hukuman oleh rakyatnya sendiri. Setelah semua debu mengendap, Li Wei berdiri di puncak istana. Bukan sebagai kaisar, bukan sebagai pembalas dendam, tapi sebagai seorang wanita yang bebas. Ia telah memaafkan dirinya sendiri, menerima lukanya, dan mengubahnya menjadi kekuatan. Dan ia tahu, dengan kepastian yang dingin, bahwa ini hanyalah... AWAL.
You Might Also Like: 10 Inspirasi Moisturizer Gel Dengan
Share on Facebook