Cerpen: Pelukan Yang Kutinggalkan Di Masa Lalu
Pelukan yang Kutinggalkan di Masa Lalu
Di antara kabut pagi yang membisu, terlukis bayanganmu. Bukan di kanvas dunia nyata, melainkan di cermin hati yang retak. Setiap goresan adalah kenangan, setiap warna adalah kerinduan.
Dulu, kita menari di taman bunga persik yang abadi. Di bawah langit senja yang berbisik, janji-janji terukir di dedaunan. Suaramu, melodi yang menghantui, selalu mengalun dalam setiap hembusan angin. Sentuhanmu, sehangat mentari, membakar jiwa yang beku.
Namun, apakah semua itu nyata? Atau hanya fatamorgana yang diciptakan oleh kesepian?
Aku mencari jejakmu di antara lembaran waktu yang usang. Setiap halaman berdebu menyimpan serpihan senyummu, aroma teh melati yang kau seduh, dan bayangan pelukan yang selalu kurindukan.
Di perpustakaan kuno, di balik rak-rak buku yang menjulang, kutemukan sebuah lukisan. Seorang wanita, wajahnya persis dirimu, mengenakan gaun sutra berwarna rembulan. Di tangannya, tergenggam setangkai bunga persik yang layu. Di bawah lukisan itu, tertulis sebuah nama: Yue Mei.
Kutanya penjaga perpustakaan yang renta tentang lukisan itu. Dengan suara bergetar, ia berkata, "Yue Mei... dia adalah putri terakhir dari dinasti yang terlupakan. Dia menghilang begitu saja, bersama cintanya yang terlarang."
Cinta terlarang?
Tiba-tiba, sebuah kilatan ingatan menerjangku. Aku melihat diriku sendiri, berpakaian zirah perang, berdiri di hadapannya. Mataku dipenuhi kepedihan dan penyesalan. Aku harus memilih: antara cinta padanya dan kesetiaanku pada kerajaan.
Aku memilih kerajaan.
Kini, aku mengerti. Aku bukan hanya mencari Yue Mei, aku mencari diriku sendiri yang hilang dalam labirin waktu. Pelukan yang kutinggalkan di masa lalu, adalah pelukan yang menghantuiku hingga kini.
Keindahan lukisan itu, keindahan pengungkapan itu, justru mengoyak hatiku lebih dalam. Aku mengerti sekarang... cinta abadi bisa menjadi kutukan yang tak terhapuskan.
Dan di keheningan perpustakaan, aku mendengar bisikan samar: "*Jangan lupakan aku, A'jun..."."
You Might Also Like: Reseller Kosmetik Peluang Usaha Ibu